Tips Liburan Keluarga yang Menyenangkan meski Di Rumah aja
Liburan adalah waktu yang penting bagi keluarga. Biasanya liburan identik dengan mengunjungi kota atau tempat-tempat yang baru. Sayangnya, masa pandemi memaksa kita untuk berbesar hati mengakui bahwa liburan tahun ini bisa jadi tidak sama dengan yang lalu-lalu. Jika dulu kita bisa memiliki daftar tempat yang ingin dikunjungi, kini kita mempertimbangkan resiko kesehatan dan memutuskan di rumah saja. Pilihan ini tentu saja tidak mudah.
“Apa yang bisa di lakukan di rumah?”
“Bagaimana agar anak-anak bisa menikmati waktu liburan meski tidak pergi kemana-mana?”
“Bagaimana bisa menikmati liburan di rumah?”
Sebelum kita menjawab pertanyaan-pertanyaan di atas, mari kita melihat kembali apa, sih, makna liburan dalam keluarga?
Wang (2020) menyatakan bahwa liburan keluarga menyediakan waktu dan kesempatan untuk tumbuhnya kebersamaan dan kesatuan. Pengalaman liburan yang memfasilitasi kebersamaan ini membuat kita seperti berada di “rumah (Cederholm, 2007). Namun terlepas dari gambaran ideal mengenai liburan keluarga, kita tahu bahwa terkadang, keluarga juga menghadapi konflik dan ketidaksetujuan dalam perencanaan/ pelaksanaannya.
Ketika kita membahas soal liburan, seberapa sering kita membahas banyak tentang aktivitas yang anak kita akan nikmati, namun tidak yakin bahwa kita akan menikmatinya juga? Atau seberapa sering kita mendapati anak kita merasa bosan atau bad mood ketika kita meminta mereka mengikuti agenda liburan kita?
Larsen (2013) menemukan bahwa gambaran orangtua dan anak mengenai liburan yang ideal sangat berbeda. Orangtua biasanya menginginkan relaksasi saat liburan, sedangkan anak-anak cenderung menjadi bola-bola energi yang ingin terlibat dalam aktivitas yang menyenangkan. Anak-anak akan cenderung bosan jika terlibat dalam aktivitas relaksasi yang terlalu lama, sedangkan orangtua akan kesulitan mengikuti ritme aktivitas menyenangkan yang dilakukan oleh anak-anak. Perbedaan ini kemudian menciptakan liburan keluarga yang tidak saling terlibat dalam aktivitas. Contohnya ketika di mall, karena orangtua dan anak memiliki tujuan yang berbeda, maka memutuskan untuk jalan sendiri-sendiri.
“Pengalaman liburan yang baik adalah ketika semua orang dalam keluarga bahagia. Itu adalah keseimbangan antara relaksasi dan melakukan hal baru. Melakukan hal yang menyenangkan anak, dan tentu saja ketika anak-anak senang, orangtua juga merasa senang. Tapi tetap saja, sebaiknya anak-anak disenangkan dengan cara yang nyaman untuk kita orangtua” (Larsen, 2013)
Berikut adalah beberapa tips yang dapat digunakan oleh orangtua dalam menyusun liburan keluarga dirumah yang dapat dinikmati oleh semuanya:
- Inisiasikan kegiatan yang dapat melibatkan relaksasi dan aktivitas seru secara bersamaan, seperti berkebun atau mengatur lahan belakang agar bisa menjadi tempat untuk BBQ dan anak bermain di saat bersamaan.
Berkebun memiliki efek yang menangkan, namun juga menyenangkan ketika anak-anak memutuskan untuk terlibat di dalamnya. Bagi anak-anak, berkebun memunculkan keingintahuan, membuat mereka belajar hal baru, dan terlibat dalam aktivitas yang kotor. Bagi orangtua sendiri, berkebun menarik kita keluar dari aktivitas hiruk pikuk pekerjaan.
Menyiapkan ruang untuk BBQ dan anak bermain. Dalam hal ini, kita bisa melakukan BBQ bersama dengan pasangan kita, namun tidak terpisah dari aktivitas anak-anak. Kita mungkin melakukan hal yang berbeda, namun kehadiran kita dekat dan kita bisa dengan mudah sewaktu-waktu terlibat dalam apa yang mereka lakukan. Kita bisa melakukan aktivitas lain seperti meniup bubble, mengatur treasure hunt, dan sebagainya. - Waktu tenang tetap diperlukan. Meskipun kesenangan dan adrenalin adalah kunci penting dari liburan anak-anak, mereka tetap membutuhkan waktu tenang. Waktu tenang diperlukan agar mereka dapat menikmati aktivitas seru lainnya setelah waktu tenang. Kita bisa mengajak anak menggambar saat kita membaca buku, atau mungkin mengajak mereka untuk nonton film bersama sambil makan makanan kesukaan mereka.
- Berikan tantangan untuk anak-anak kita di rumah. Jika aktivitas di dalam rumah terbatas, kita bisa meningkatkan keseruan aktivitas di rumah dengan memberikan anak-anak kita tantangan. Ajak mereka berkompetisi, dan jika memungkinkan, tantang mereka untuk mengalahkan Anda dalam permainan. Kita bisa mengajak mereka bermain board game seperti monopoli, dan berikan hadiah sederhana untuk kemenangan mereka. Bentuk hadiah bisa berupa kupon (seperti kupon pijat, kupon makan makanan favorit) yang dapat mereka tukarkan ke kita.
Referensi
- Cederholm, E. A. (2007). At bare være – ægthed, relationer og intimitet i oplevelsesindustrien. In J. O. Bærenholdt & J. Sundbo (Eds.), Oplevelsesøkonomi. produktion, forbrug, kultur (pp. 277–301). Frederiksberg: Forlaget Samfundslitteratur.
- Larsen, J. R. K. (2013). Family flow: The pleasures of “being together” in a holiday home. Scandinavian Journal of Hospitality and Tourism, 13(3), 153-174.
- Wang, N. (2000). Tourism and modernity: A sociological analysis. Oxford: Pergamon Press.
Di tulis oleh: Amanda Teonata, S.Psi
Sumber gambar: Christmas photo created by senivpetro – www.freepik.com
Others
- Photovoice: From Introduction to Publication 2026 April 30, 2026
- Dekat Secara Fisik, Jauh Secara Emosi: Ketika Keluarga Tidak Lagi Terasa “Rumah” April 30, 2026
- Photovoice: Best Practice on Data Analysis and Publication January 24, 2026
- Prepare/Enrich Certified Facilitator Training & Case Study 2026 January 24, 2026
- Mengapa Gen Z cenderung tidak tertarik menikah? September 1, 2025

