Jangan Takut Bicara Seks dengan Anak

Dalam budaya Asia, berbicara tentang seksualitas masih seringkali dianggap sebagai hal yang tabu, canggung dan tidak nyaman. Meskipun demikian, penting bagi orang tua untuk menyadari bahwa pendidikan seksualitas adalah bagian alami dan esensial dari pertumbuhan dan perkembangan anak. Maka pendidikan seks adalah salah satu hal terpenting yang dapat dilakukan orang tua untuk memberikan informasi yang akurat kepada anak, serta mendukung kesehatan dan kesejahteraan hidup mereka.
Lalu, bagaimana cara memulai percakapan ini dengan anak?
Berikut adalah beberapa saran dan teknik yang dapat Anda lakukan:
- Mulailah lebih awal: Tidak pernah terlalu dini untuk memulai percakapan tentang seksualitas dengan anak-anak Anda. Mulailah dengan penjelasan yang lugas dan sesuai usia tentang anatomi dasar dan aktivitas tubuh. Contohnya menjelaskan konsep dasar, seperti perbedaan laki-laki dan perempuan. Saat anak Anda bertambah besar, Anda dapat mulai mendiskusikan topik yang lebih rumit dengan mereka, seperti pubertas, reproduksi, dan hubungan romantis.
- Terapkan terminologi yang tepat: Ajari anak Anda nama/sebutan yang tepat untuk berbagai bagian tubuh dan fungsi dari bagian-bagian tersebut. Misalnya menyebut penih sebagai nama alat kelamin pria, bukan ‘burung’. Hal ini membantu mendukung citra tubuh yang positif dan mengurangi risiko kebingungan, rasa malu atau kesalahan informasi yang diterima anak.
- Jujur dan terbuka: Penting untuk jujur dan lugas saat berbicara dengan anak Anda tentang seksualitas. Pastikan Anda menjawab pertanyaan mereka dengan jujur dan menggunakan bahasa yang jelas dan tidak rumit. Yang terbaik adalah menghindari penggunaan eufemisme dan hindari mempermalukan/menghakimi anak karena rasa ingin tahu mereka.
- Batasan privasi dan persetujuan: Tanamkan pemahaman kepada anak tentang batasan privasi dan pentingnya memberi dan menerima ijin dalam menyentuh tubuh sejak dini. Berikan contoh yang relevan dan bahasa yang mudah dipahami, misalnya ketika Anda akan memeluk anak tanyakan terlebih dahulu apakah ia mau dipeluk atau tidak. Penjelasan ini juga berlaku dalam hubungan romantis yang akan dijalani anak saat beranjak dewasa, dimana komunikasi, ijin dan rasa hormat sangat dibutuhkan dalam menjalin hubungan romantic. Jelaskan bahwa segala bentuk aktivitas seksual harus didasarkan atas persetujuan yang diberikan dan diterima oleh kedua belah pihak.
- Pertahankan dialog terbuka: Anda harus mendorong anak Anda untuk bertanya dan berbicara tentang perasaan mereka dan apa yang mereka pikirkan tentang seksualitas. Ciptakan suasana yang nyaman dan jadilah pendengar yang baik. Sampaikan kepada anak bahwa mereka dapat datang kepada Anda dengan masalah atau pertanyaan apa pun yang mungkin mereka miliki.
- Cari bantuan: Jika Anda merasa tidak yakin cara mengkomunikasikan informasi tentang seksualitas kepada anak, maka carilah sumber daya lainnya yang dapat membantu Anda seperti praktisi kesehatan anak, organisasi pendidikan atau sekolah, dan sex educator.
Berbincang tentang seks dengan anak mungkin akan terasa tidak nyaman, namun hal ini adalah bagian penting dari pendidikan dan perkembangan mereka. Dengan membekali anak sejak dini, bersikap jujur dan menjaga komunikasi yang terbuka, Anda dapat membantu anak Anda untuk bertanggung jawab, membangun hubungan yang sehat, serta mendukung kesehatan seksual dan kesejahteraan hidup anak.
Sumber:
Abdullah, N.A.F.B., Muda, S.M., Zain, N.M.& Hamid, S.H.A. (2020). The role of parents in providing sexuality education to their children. Makara Journal of Health Research, 24(3), 157-163.
Hidayati, W.R., & Nurhafizah. (2022). Introduction of sex education to early childhood: to reduce cases of child sexual abuse. Indonesian Journal of Early Childhood Education Studies, 11(1), 75-82.
Ditulis oleh: Prisca Eunike, S.Psi., M.Psi., Psikolog
Others
- Photovoice: From Introduction to Publication 2026 April 30, 2026
- Dekat Secara Fisik, Jauh Secara Emosi: Ketika Keluarga Tidak Lagi Terasa “Rumah” April 30, 2026
- Photovoice: Best Practice on Data Analysis and Publication January 24, 2026
- Prepare/Enrich Certified Facilitator Training & Case Study 2026 January 24, 2026
- Mengapa Gen Z cenderung tidak tertarik menikah? September 1, 2025

