Ulasan Kegiatan WhatsApp Seminar “Understanding Millennials”

Pada tanggal 27-28 Maret 2020 kemarin, UCMFC secara insiatif mengadakan seminar online tidak berbayar melalui WhatsApp. Pada awalnya, “Understanding Millennials” adalah topik yang diangkat untuk seminar offline di Universitas Ciputra. Namun karena merebaknya isu COVID-19 di Surabaya, UCMFC memutuskan untuk mengubah kegiatan ini menjadi seminar online. Tujuannya adalah agar masa-masa stay at home selama pandemi ini tidak menghalangi orang tua ataupun pihak-pihak yang tertarik dalam perkembangan remaja untuk belajar dan menambah ilmu mereka.

Melalui tema “Understanding Millennials”, UCMFC mengajak orang tua, konselor, mau pun penyuluh untuk memahami masa perkembangan remaja dari sudut pandang psikologis. Tidak hanya menambah ilmu melalui sesi pembagian materi, dimana materi dapat didownload dan dibagikan secara gratis, peserta juga berkesempatan membahas kasus bersama dengan pembicara melalui sesi diskusi.

Kegiatan WhatsApp Seminar ini (WA-S) dibuka dengan penjabaran peraturan dari moderator dan pemberian materi dari pembicara. Selain membagikan PPT, pembicara juga memberi penjelasan singkat mengenai topik yang sedang dibahas. Setelah itu, peserta diberi waktu untuk membaca dan menyampaikan pertanyaan yang mungkin saat ini menjadi isu yang dihadapinya.

Meskipun ini adalah kali pertama UCMFC mengadakan seminar online, secara keseluruhan kegiatan berjalan dengan lancar dan mendapat masukan positif dari peserta.

“Kegiatannya bagus sekali, saya senang dengan jalannya diskusi tadi” ujar salah seorang peserta.

Stefani Virlia, S.Psi., M.Psi., Psikolog, selaku pembicara dari WA-S menjelaskan bahwa selama sesi diskusi, ada beberapa peserta yang juga membagikan pengalaman mereka saat menghadapi anak remaja, sehingga sesi diskusi tidak terkesan monoton. Berikut adalah beberapa pertanyaan dan kasus yang diangkat dalam sesi diskusi WAS:

Stefani juga menambahkan bahwa di saat-saat work from home ini, setiap dari pada kita memang sedang ditantang untuk menjadi kreatif dan mengupayakan agar dapat beraktivitas secara normal.

Ditulis oleh: Amanda Teonata, S.Psi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Fill out this field
Fill out this field
Please enter a valid email address.
You need to agree with the terms to proceed