5 Kunci Terciptanya Intimasi
Dalam menjalin dan mempertahankan relasi, terdapat beberapa hal penting yang perlu diperhatikan. Salah satunya adalah intimasi. Intimasi adalah emotional bonding antara kedua individu dalam sebuah relasi. Berbagi perasaan, saling support secara emosional, menjalin kehangatan dan keterbukaan merupakan ciri dari intimasi itu sendiri. Dalam relasi, intimasi tidak hanya terbentuk begitu saja, namun perlu dibangun dan diasah oleh pasangan.
Lalu, bagaimana cara membangun intimasi?
Olson, Olson-Sigg dan Larson (dalam Olson, 2011) menyebutkan bahwa terdapat 5 area kunci untuk menciptaskan intimasi yaitu komunikasi, kedekatan, fleksibilitas, isu personal dan resolusi konflik. Berikut ulasannya:
- Komunikasi
Pasangan perlu memiliki kemampuan komunikasi yang baik yaitu kemampuan mendengarkan dan menyampaikan pesan. Individu perlu berlatih untuk mampu mengungkapkan isi pikiran dan perasaan dengan asertif dan tepat agar tidak menyakiti pasangannya, sedangkan pasangannya juga perlu kemampuan mendengarkan secara utuh dan tidak menghakimi agar komunikasi bisa berjalan dengan lancar. Kedua individu perlu saling terbuka untuk mendengarkan pasangan dan menerima isi pikiran dan perasaan pasangannya.
- Kedekatan
Kedekatan yang dimaksud bukan hanya kedekatan secara fisik, namun terkait kedekatan secara emosional. Ada keterikatan secara emosional antara kedua individu itu sendiri. Hal ini dapat dibangun dengan menciptakan waktu yang berkualitas dengan pasangan. Keseimbangan antara waktu bersama (couple togetherness) dan waktu untuk sendiri (couple separateness) juga perlu diperhatikan. Tidak hanya hanya menciptakan waktu berkualitas saat bersama-sama, masing-masing individu juga perlu mengambil waktu untuk dirinya sendiri atau biasa disebut dengan me-time.
- Fleksibilitas
Fleksibilitas mengacu pada kapasitas pasangan untuk berubah dan beradaptasi dalam menghadapi situasi yang baru atau situasi yang sulit. Pasangan perlu sama-sama belajar untuk menghadapi stress dan memberikan respon yang tepat terhadap sebuah stressor. Dengan demikian, intimasi pasangan akan lebih terasah terutama dalam situasi yang sulit.
- Isu personal
Individu perlu memahami dan menghargai pasangannya. Baik itu pendapat, perasaan maupun karakteristik pasangan. Kedua individu perlu melakukan upaya untuk menyesuaikan diri satu sama lain dan mengapresiasi perbedaan kepribadian.
- Resolusi konflik
Dalam sebuah relasi, konflik dan masalah tentunya tidak dapat dihindari dan pasti akan muncul. Pasangan perlu belajar untuk menyelesaikan masalah dengan cara yang tepat, bukan menghindari masalah. Pasangan perlu saling terbuka dan memahami sudut pandang pasangannya serta mendiskusikan jalan terbaik untuk menyelesaikan masalah.
Referensi
- Olson, D.H., DeFrain, J., Skogrand, L. (2011). Marriages and Families: Intimacy, Diversity and Strength. New York: Mc-Graw Hill
Ditulis oleh: Novensia Wongpy, S.Psi., M.Psi., Psikolog
Sumber gambar: Background photo created by jannoon028 – www.freepik.com
Others
- Photovoice: Best Practice on Data Analysis and Publication January 24, 2026
- Prepare/Enrich Certified Facilitator Training & Case Study 2026 January 24, 2026
- Mengapa Gen Z cenderung tidak tertarik menikah? September 1, 2025
- Helping Clients Heal from Father Wounds July 16, 2025
- Bisa romantis tapi gak kompak ngasuh anak? July 3, 2025

