Bagaimana Berbicara dengan Anak Remaja?

Seringkali orangtua mulai merasa kesulitan untuk berbicara dengan anaknya yang memasuki usia remaja.  Hal itu terjadi karena pada masa remaja, anak mengalami perubahan yang cukup signifikan pada dirinya. Perubahan tersebut mencakup fisik, cara berpikir dan secara interaksi sosial.

Perubahan yang paling terlihat pada masa remaja adalah dengan siapa remaja berinteraksi. Selama masa kanak-kanak, anak menghabiskan sebagian besar waktunya dengan orangtua, sedangkan ketika memasuki masa remaja, mereka lebih banyak menghabiskan banyak waktu bersama teman-temannya dibandingkan dengan orangtuanya. Hal ini merupakan upaya remaja mendapatkan otonomi terhadap hidupnya.

Selain secara interaksi sosial, remaja juga mengalami perubahan secara seksual. Hal ini membuat mereka mengalami masa pacaran maupun eksplorasi seksual.

Hal lain yang juga berubah dalam remaja adalah kemampuan berpikir yang lebih abstrak dan idealis sehingga memungkinkan remaja untuk berpikir secara kompleks (Santrock, 2012).

Masa peralihan dari anak-anak ke remaja bukanlah masa yang mudah, baik itu untuk remaja itu sendiri maupun untuk orangtua. Para ahli seringkali menyebut masa ini adalah masa storm and stress untuk menggambarkan masa remaja merupakan masa yang penuh dengan gejolak dan diwarnai oleh konflik dan perubahan suasana hati (mood).

Sering juga disebutkan bahwa masa remaja adalah masa peralihan dari anak-anak menuju dewasa. Perlu disadari bahwa menjadi dewasa juga bukanlah pekerjaan yang mudah. Remaja janganlah dipandang sebagai masa yang penuh pemberontakan, krisis, atau masa pembangkangan. Malah, semua itu adalah bentuk remaja untuk belajar menggunakan kemampuan berpikirnya yang mulai kompleks. Oleh sebab itu, pandangan yang lebih tepat untuk mendeskripsikan remaja adalah remaja sebagai masa evaluasi, pengambilan keputusan, komitmen, dan memiliki peluang yang besar untuk berkarya di kemudian hari.

Dalam perkembangannya, remaja membutuhkan dukungan dari orangtua untuk mendapatkan berbagai akses kesempatan. Untuk merespon hal ini, orangtua perlu merubah pola pikirnya, dimana orangtua bukanlah satu-satunya pengambil keputusan atas hidup remaja, tetapi lebih sebagai mentor sehingga setiap keputusan diambil berdasarkan diskusi. Berdasarkan hal itu, maka komunikasi yang baik antara remaja dan orang tua merupakan sebuah kunci untuk bisa memahami dan memberi dukungan kepada remaja. (Santrock, 2012)

Berikut adalah beberapa tips untuk berbicara dengan remaja
  • Jangan menggurui, bicara berjam-jam, atau menyergap.
  • Jika remaja membicarakan rahasianya kepada Anda, simpanlah baik-baik
  • Dengarkan dengan cermat kegelisahannya dan perasaannya, serta hormati pandangannya. Remaja sering takut digurui atau tidak dipahami.
  • Tekankan bahwa anak remaja harus bertanggung jawab atas pilihannya
  • Berikan pujian, berikan waktu berdua dengan anak remaja anda, temukan sesuatu yang Anda berdua sukai.
  • Beritahu anak remaja Anda bahwa Anda menyayangi dia dengan segala perubahan yang terjadi padanya (unconditional)
Hal-hal yang Bisa Dikomunikasikan dengan Remaja
  • Menetapkan batas-batas yang sesuai untuk perilaku tertentu dan ditegakkan secara konsisten.
  • Mendorong remaja untuk berpartisipasi dalam satu atau lebih kegiatan sekolah.
  • Menghadiri acara sekolah.
  • Bertemu dengan guru, dan konselor sekolah, untuk menanyakan bagaimana mereka dapat mendukung lingkungan belajar remaja, dan berbagi harapan mereka untuk masa depan anak.
  • Menyediakan lingkungan rumah dan sekolah yang mendukung .
  • Membantu anak berpikir tentang pilihan karir dengan mengatur kunjungan ke perusahaan dan perguruan tinggi setempat, mengambil informasi tentang karir dan kursus, dan mendorong magang atau pekerjaan paruh waktu yang berorientasi pada karir.
  • Mendorong remaja untuk menjadi sukarelawan di komunitas atau untuk berpartisipasi dalam kelompok-kelompok masyarakat seperti organisasi keagamaan, atau kelompok berorientasi layanan lainnya untuk menyediakan sistem dukungan di luar sekolah.
  • Menekankan di rumah dan di sekolah pentingnya keterampilan belajar, kerja keras, dan tindak lanjut.
Setiap orang tua pernah konflik dengan anak remajanya, bagaimana resolusinya?
  • Terapkan aturan dasar dalam setiap perdebatan
  • Setuju untuk saling memperlakukan satu sama lain dengan hormat dan mendengarkan sudut pandang satu sama lain.
  • Anda berdua harus memiliki kesempatan untuk mengatakan apa yang Anda pikirkan. Pastikan saling benar-benar mengerti apa yang dikatakan. Bersikap sopan dan jelas. Gunakan pernyataan I statement, seperti “Saya merasakan _____ saat Anda ____.“
  • Brainstorming bersama untuk menemukan solusi
  • Bernegosiasilah
Referensi
  • Santrock, J. W. (2011). Life-Span development. New York: McGraw-Hill Companies.

Ditulis oleh: Ersa Lanang Sanjaya, S.Psi., M.Si.
Sumber gambar: People photo created by bearfotos – www.freepik.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Fill out this field
Fill out this field
Please enter a valid email address.
You need to agree with the terms to proceed