Kapankah Terakhir Kalinya Anda Kencan Bersamanya?
Dating in marriage….. Kencan dalam pernikahan….
Kapankah terakhir kalinya Anda berkencan dengan suami/istri Anda?
Sebagian besar dari kita mungkin merasa kalimat atau pertanyaan ini adalah hal yang aneh. Kencan sering diidentikkan dengan pacaran dan masa pacaran dianggap telah selesai ketika sepasang kekasih memasuki gerbang pernikahan. Jadi kita sering beranggapan bahwa kencan semestinya tidak ada lagi di dalam kehidupan pernikahan.
Apakah kencan diperlukan dalam pernikahan?
Setidaknya ada 3 alasan penting mengapa kencan dengan suami atau istri tetap diperlukan, sekalipun telah menikah.
- Kencan mengisi tabungan cinta kita
Relasi dengan pasangan tidak selalu positif. Terkadang ada saatnya kita berbeda pendapat dengan pasangan, sehingga muncul konflik. Terkadang ada saatnya pasangan terasa mengesalkan dan bahkan menyebalkan. Emosi-emosi negatif seperti kekesalan, kejengkelan, dan kemarahan ini ibarat penarikan uang dari tabungan kita. Lama-lama tabungan cinta kita akan habis.
Kekuatan relasi suami istri sangat dipengaruhi oleh saldo tabungan cinta yang ada dalam relasi. Hal ini sangat ditentukan oleh perbandingan jumlah emosi positif dengan jumlah emosi negatif yang tercipta dalam relasi bersama pasangan. Semakin banyak emosi positif yang mewarnai relasi dengan pasangan, maka tabungan cinta akan menjadi semakin bertambah dan relasi dengan pasangan juga semakin kuat. Sebaliknya apabila emosi negatif lebih banyak mewarnai relasi dengan pasangan, maka tabungan cinta menjadi defisit, dan relasi dengan pasangan menjadi terancam.
Kencan memberikan perasaan spesial, perasaaan senang, dan bahagia. Hal-hal ini akan menambah saldo emosi positif dalam relasi. Semakin banyak perasaan positif yang muncul dari kencan, semakin banyak pula saldo tabungan cinta. Saldo tabungan cinta ini sangat diperlukan dalam menghadapi situasi-situasi sulit dalam kehidupan pernikahan. Tabungan cinta ini juga akan memperkuat komitmen dalam pernikahan. Hasil riset yang dilakukan oleh Virginia University (Wilcox & Dew, 2012) menunjukkan bahwa couple time atau waktu khusus bersama pasangan berasosiasi dengan komitmen. Suami dan istri yang memiliki couple time bersama pasangannya paling sedikit sekali seminggu lebih besar kemungkinannya memiliki komitmen di atas rata-rata, dibandingkan suami dan istri yang couple timenya kurang dari itu.
- Kencan memberi ruang yang nyaman untuk berkomunikasi
Karena waktu kencan adalah waktu yang memang dikhususkan untuk dinikmati bersama pasangan, suasana yang terbangun adalah suasana rileks. Hal ini memudahkan suami maupun istri untuk berkomunikasi dan menyampaikan perasaannya yang terdalam. Suasana yang rileks juga memudahkan suami istri untuk saling mendengarkan dan memahami pasangannya. Pemahaman akan perasaan, cara berpikir, dan kebutuhan pasangan akan memudahkan mereka dalam mengatasi perbedaan dan menyelesaikan konflik.
The National Marriage Project yang dilakukan oleh University of Virginia (Wilcox & Dew, 2012) menemukan bahwa couple time atau waktu khusus bersama pasangan berasosiasi dengan kepuasan dalam komunikasi dengan pasangan. Suami-suami yang memiliki couple time bersama pasangannya paling sedikit sekali seminggu memiliki kemungkinan lebih besar mengalami kepuasan komunikasi di atas rata-rata, dibandingkan suami yang couple timenya kurang dari itu. Hal yang sama juga terjadi pada para istri.
- Kencan membuat bara api cinta tetap menyala
Coba ingat lagi bulan pertama pernikahan Anda. Tentunya Anda menghidupi pernikahan dengan perasaan antusias dan bergairah (excited). Hal ini karena pernikahan ini menjadi goal yang ditunggu-tunggu dari kebanyakan pasangan yang sedang berpacaran. Ketika sepasang kekasih ini memasuki pernikahan, mereka antusias dan bergairah karena goal telah tercapai.
Setelah melewati bulan-bulan berikutnya, bahkan tahun-tahun berikutnya, antusiasme dan gairah itu menjadi hilang. Pasangan suami istri telah masuk dalam rutinitas keseharian yang penuh dengan kesibukan dan tanggung jawab. Berbagai tanggung jawab dan rutinitas kehidupan mengisi seluruh jam aktif suami istri, baik pekerjaan, membereskan rumah, maupun mengasuh anak.
Rutinitas membuat kita tidak bergairah. Semua hanya menjalankan peran, tugas, dan tanggung jawab. Pada akhirnya suami istri saling menuntut pasangannya memenuhi tugas dan kewajiban. Hilanglah sudah gairah dan letupan cinta, karena yang ada hanya rutinitas dan kewajiban.
Arp & Arp (2009) menyatakan bahwa relasi pernikahan yang sehat dan bertumbuh memerlukan persahabatan, hal yang menyenangkan, dan romantisme. Kencan akan menghidupkan kembali bara api cinta, yang akan membangun romantisme. Hal ini sangat diperlukan untuk kehangatan relasi dan membuat relasi menjadi lebih intim. Kondisi ini menjadi iklim yang kondusif untuk relasi seks yang lebih memuaskan. Temuan dari Wilcox and Dew (2019) juga mendukung hal ini. Suami dan istri yang memiliki couple time bersama pasangannya paling sedikit sekali seminggu memiliki kemungkinan lebih besar mengalami kepuasan seksual di atas rata-rata, dibandingkan suami dan istri yang couple timenya kurang dari itu.
Jadi, tunggu apa lagi?
Selamat merencanakan dan berkencan bersama suami atau istri Anda! karena kencan dalam pernikahan memang amat sangat diperlukan untuk kebahagiaan dan kekuatan relasi pernikahan.
Referensi
- Arp, D. & Arp, C. (2009). 10 great dates to energize your marriage. Grand Rapids, Michigan: Zondervan. Wilcox, W. B. & Dew, J. (2012). The date night opportunity: What does couple time tell us about the potential value of date nights?. Charlottesville: The National Marriage Project, University of Virginia.
Ditulis oleh: Prof. Dra. Jenny Lukito Setiawan, M.A., Ph.D., Psikolog
Sumber gambar: Birthday photo created by prostooleh – www.freepik.com
Others
- Photovoice: From Introduction to Publication 2026 April 30, 2026
- Dekat Secara Fisik, Jauh Secara Emosi: Ketika Keluarga Tidak Lagi Terasa “Rumah” April 30, 2026
- Photovoice: Best Practice on Data Analysis and Publication January 24, 2026
- Prepare/Enrich Certified Facilitator Training & Case Study 2026 January 24, 2026
- Mengapa Gen Z cenderung tidak tertarik menikah? September 1, 2025

