Anak Saya Berubah Ketika Memasuki Usia Remaja

Seringkali didapati keluhan dari orang tua bahwa anaknya berubah ketika memasuki usia remaja. Anak yang dulu lucu dan ceria, tiba-tiba berubah menjadi lebih pendiam dan pemarah. Seringkali respon dari orang tua adalah kebingungan, tidak tahu harus berbuat apa, atau bahkan menyalahkan diri sendiri. Karena itu, penting untuk kita sama-sama belajar, sebenarnya apa yang terjadi dengan anak remaja kita. 

Perkembangan Otak

Perkembangan otak dari remaja belumlah sempurna. Bagian otak yang disebut amygdala sudah berkembang secara maksimal pada remaja, tetapi prefrontal lobus remaja atau otak bagian depan dari remaja belumlah berkembang secara maksimal. Amygdala adalah bagian otak yang membuat seseorang bisa memunculkan emosi sedangkan otak bagian depan adalah bagian otak yang membuat seseorang untuk bisa berpikir secara rasional. Secara sederhana bisa dikatakan bahwa, remaja menjadi begitu emosional karena bagian otak yang berfungsi untuk mengendalikan emosi itu belum terbentuk secara sempurna. 

Selain itu, corpus callosum yaitu bagian otak yang menghubungkan antara otak kanan dan otak kiri juga semakin menebal. Hal ini berdampak kepada kecepatan seseorang untuk memproses informasi menjadi semakin cepat jika dibandingkan dengan usia kanak-kanak. Hal in yang mendasari anak-anak remaja menjadi lebih cerdas jika dibandingkan usia kanak-kanak yang dimanifestasikan dalam bentuk sering mendebat atau tidak setuju dengan orang lain karena memiliki pemikirannya sendiri.

Pubertas

 Hal yang dominan terjadi dalam usia remaja adalah, remaja berada dalam masa pubertas. Pubertas merupakan periode dimana kematangan fisik berlangsung cepat yang melibatkan perubahan hormonal dan tubuh, terutama berlangsung di remaja awal. Pada pria, testosteron meningkat 18x lipat dan Estradiol 2x lipat sedangkan pada wanita testosteron meningkat 2x lipat dan estradiol 8x lipat. Perubahan yang begitu masif yang terjadi pada dirinya tentu akan menimbulkan ketidaknyamanan atau kebingungan. Perubahan ini terjadi pada aspek fisik, terutama seksualitas, aspek psikologis dan juga aspek sosial. Hal in juga bisa menjadi pemicu kenapa seorang remaja menjadi semakin sulit dipahami. 

Faktor Sosial

Ketika memasuki usia remaja, maka pertemanan dengan teman sebaya menjadi hal yang penting. Pada tahapan ini, orang tua seringkali secara tiba-tiba merasa kehilangan tempat yang ditunjukan dengan semakin sulit anak diajak untuk berinteraksi. Hal yang perlu diperhatikan adalah, apakah anak kita berada dalam lingkungan yang tepat atau tidak. Jika tidak dalam lingkungkan yang tepat, maka akan menjadi lebih berbahaya karena remaja akan cenderung melakukan perilaku yang disebut dengan konformitas, atau berperilaku tertentu agar diterima dalam kelompok tersebut. 

Dengan segala perubahan itu, berikut adalah tips yang bisa digunakan untuk berinteraksi dengan anak remaja kita. 

  • Hindari menggurui dan menceramahinya berjam-jam 
  • Jika remaja membicarakan rahasianya kepada anda, simpanlah baik-baik
  • Dengarkan dengan cermat kegelisahaannya dan perasaannya, serta hormati pandangannya. Remaja sering takut digurui atau tidak dipahami.
  • Tekankan bahwa anak remaja Anda harus bertanggung jawab atas pilihannya.
  • Berikan pujian, berikan waktu berdua dengan anak remaja anda, temukan sesuatu yang anda berdua sukai.
  • Beritahu anak remaja anda bahwa anda menyayangi dia dengan segala perubahan yang terjadi padanya (unconditional)

Penulis: Ersa Lanang Sanjaya, M.Si.

(Dosen Fakultas Psikologi Universitas Ciputra/Peneliti di Bidang Psikologi Keluarga)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Fill out this field
Fill out this field
Please enter a valid email address.
You need to agree with the terms to proceed