Anak Tidak Menurut, Mengapa dan Apa yang Harus Dilakukan?

Pernahkah anda mengalami suatu kondisi dimana anak anda tidak menurut atau membangkang? Jika didalam kondisi tersebut, apa yang biasanya anda lakukan terhadap anak anda? Apakah anda akan langsung memarahi anak anda, apakah anda menasehati secara langsung, atau apakah anda akan mengabaikan anak anda yang demikian?

Setiap orang tua tentu berharap agar anak bisa menurut (Surya, 2005). Akan tetapi pada kenyataannya, tidak jarang anak-anak menentang keinginan orang tua. Hal ini sering membuat orang tua stress dan bingung dalam menghadapi mereka.

Sebenarnya, apa sih yang membuat anak cenderung tidak menurut dengan orang tua? Apa yang harus kita lakukan agar anak mau mendengarkan? Dalam artikel ini kita akan bahas terkait faktor-faktor apa saja yang membuat anak cenderung tidak menurut dan apa yang harus dilakukan jika itu terjadi.

Mengapa Anak Tidak Menurut?

Menurut (Surya, 2005) adapun faktor-faktor yang dapat menyebabkan anak melawan orang tua, antara lain:

  1. Orang tua terlalu menekan anak
    Tekadang, orang tua memaksakan kehendak tanpa memberikan kebebasan pada anak. Mungkin, sebagian orang tua berpikir bahwa itu adalah cara yang paling efektif untuk membuat anak menurut, yaitu dengan tidak memberikan pilihan. Tapi nyatanya, semakin orang tua melakukan pemaksaan kehendak dengan nada yang keras, marah-marah dengan kata kasar, hal tersebut malah memancing ketidakpatuhan dan reaksi perlawanan dari anak.
  1. Berkembang dari rasa iri hati anak
    Memiliki saudara baik itu adik atau pun kakak bisa menjadi penyebab anak terkesan suka melawan. Sering kali anak salah mengartikan perlakuan orang tua pada saudara lainnya, sehingga ia merasa tidak adil, sering dipojokkan, dan selalu disalahkan. Reaksi tidak patuh atau suka menentang yang dilakukan anak bisa jadi adalah suatu wujud dari sikap untuk mencari perhatian kepada orang tua.
  1. Suasana hati yang sedang tertekan (masalah)
    Kadang kala orang tua tidak memperhatikan suasana hati anak yang sedang mengalami ketegangan atau memiliki konflik sosial dengan teman sebaya. Kondisi anak yang memiliki suasana hati tertekan (bermasalah) membuat anak merasa terbeban jika orang tua memberikan perintah untuk melakukan sesuatu. Hal tersebut justru membuat emosi anak semakin memuncak dan seringkali diekspresikan dengan sikap membangkang atau menentang.
  1. Keinginan anak yang tidak terpenuhi
    Keinginan anak yang tidak terpenuhi sering kali menyebabkan anak memiliki reaksi yang ekstrem dengan menunjukan sikap yang cenderung kurang tepat seperti berkata kasar, nada tinggi, wajah yang cemberut, murung, dan mengurung diri.
  1. Pengaruh pergaulan anak
    Pergaulan anak dengan teman-teman sebaya memiliki potensi yang lebih besar untuk mempengaruhi anak. Baik itu perilaku positif maupun negatif, anak akan mengembangkan standard norma dan perilaku mereka sesuai lingkungan dimana ia merasa paling diterima. Jika anak memiliki pergaulan dengan teman-teman yang suka melawan, membantah, berkelahi, maka anak akan memiliki kecenderungan untuk melakukan hal yang sama.

Apa yang Dapat Orang Tua Lakukan?

Setelah mengetahui faktor-faktor penyebab anak tidak menurut kepada orang tua, lalu apa yang harus kita lakukan? Berikut adalah cara untuk menghadapi jika anak tidak menurut (Surya, 2005):

  1. Memiliki komunikasi yang baik
    Orang tua harus membangun komunikasi yang baik dengan anak. Komunikasi ini harus dibangun berdasarkan kasih sayang orang tua terhadap anak. Belajar untuk saling memahami satu dengan yang lain dan tidak memaksakan kehendak dengan membangun komunikasi yang baik, maka akan tercipta satu hubungan yang harmonis antara orang tua dengan anak dan anak akan lebih terbuka kepada orang tua.
  1. Pahamilah watak atau kepribadian anak
    Untuk memudahkan kita berinteraksi dan memiliki komunikasi yang baik, orang tua perlu memahami watak anak. Apakah anak seorang pemarah (agresif), lembut, manja, mudah diatur, sensitif, bijaksana. Dengan mengetahui watak anak, orang tua dapat menyesuaikan responnya dengan watak anak. Jika anak pemarah maka kita harus lakukan dengan tidak marah-marah karena justru akan memperburuk keadaan.
  1. Memberikan apresiasi terhadap hal-hal yang menyenangkan/membanggakan buat anak
    Untuk mempengaruhi anak dan mengambil perhatian anak, orang tua harus memberikan sanjungan atau apresiasi terhadap sesuatu yang menjadi kesenangan, kebanggaan anak, prestasi anak. Hal tersebut membuat anak akan merasa senang hati dan dihargai dengan perhatian orang tua yang demikian.

    Memberikan apresiasi pada prestasi atau kebanggaan anak akan mendorong anak untuk melakukan hal itu lagi. Pastikan Anda mengapresiasi hal-hal yang Anda ingin anak Anda untuk lakukan.

Dari komponen diatas kita mengetahui bahwa sifat tidak penurut bukan sepenuhnya kesalahan dari anak. Orang tua perlu memahami faktor-faktor penyebab dan apa yang harus dilakukan untuk menghadapinya. Dengan memberikan respon yang tepat, hubungan antara orang tua dengan anak akan jadi lebih harmonis.

Referensi
  • Surya, H. (2005). Kiat mengatasi perilaku anak2. Elex Media Komputindo.

Ditulis oleh: Leonardo Pandapotan Silaban, Mahasiswa Psikologi Universitas Ciputra
Sumber gambar: Kids photo created by 8photo – www.freepik.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Fill out this field
Fill out this field
Please enter a valid email address.
You need to agree with the terms to proceed