Jony Eko Yulianto, S.Psi., M.A., Ph.D.

Pak Jony menyelesaikan pendidikan S1-nya di Universitas Airlangga Surabaya pada tahun 2011. Ia kemudian mengambil studi lanjut di Universitas Gadjah Mada Yogyakarta dan mendapat gelar Master of Arts di bidang Social Psychology di tahun 2014. Pada tahun 2022, beliau menyelesaikan pendidikan S3-nya di Massey University, Auckland, New Zealand.
Saat ini Pak Jony aktif menjadi dosen di Universitas Ciputra Surabaya, School of Psychology. Risetnya terkait Social psychology and everyday life, cultural hybridity, indigenous psychologies. Beliau dikenal karena pendekatan interdisipliner dalam memahami perilaku manusia, khususnya melalui perspektif psikologi sosial yang kontekstual dan berbasis budaya. Riset-risetnya mencakup topik-topik seperti social psychology and everyday life, cultural hybridity, dan indigenous psychologies.
Bahkan melalui karya ilmiah dan pengabdiannya, Dr. Jony berupaya menjembatani teori psikologi Barat dengan realitas kehidupan sosial-budaya di Indonesia. Pendekatan psikologi yang relevan dengan konteks lokal sangat penting dalam membentuk pemahaman yang utuh tentang individu dan masyarakat. Dengan semangat akademik dan kepedulian terhadap isu-isu sosial, beliau berkontribusi dalam pengembangan psikologi yang inklusif yang berdampak nyata di masyarakat.
Pak Jony mengeksplorasi isu-isu seperti identitas budaya, relasi sosial dalam keseharian, serta dinamika psikologis masyarakat yang hidup dalam konteks multikultural. Ia juga aktif terlibat dalam pengembangan model intervensi berbasis komunitas yang peka terhadap nilai-nilai lokal dan kearifan budaya setempat.
Dengan semangat akademik dan kepedulian terhadap isu-isu sosial, pada pengembangan teori, dan dampak nyata yang bisa dirasakan oleh masyarakat luas. Ia percaya bahwa psikologi harus hadir sebagai ilmu yang membumi—bukan hanya berada di ruang kelas atau jurnal ilmiah.
Others
- Photovoice: Best Practice on Data Analysis and Publication January 24, 2026
- Prepare/Enrich Certified Facilitator Training & Case Study 2026 January 24, 2026
- Mengapa Gen Z cenderung tidak tertarik menikah? September 1, 2025
- Helping Clients Heal from Father Wounds July 16, 2025
- Bisa romantis tapi gak kompak ngasuh anak? July 3, 2025

