Kemanakah Arah Lampu Sorot Anda?

Kencan dalam pernikahan?

Hm….. enggak deh…….daripada ribut.. mending tidak usah.

Biasa-biasa saja,  gak usah couple time–couple time segala deh…nanti malah bikin pertengkaran terjadi.

Kalau dulu waktu pacaran, bisa tuh ngomong yang manis-manis… jadi enak ‘kan…. Tapi kalau sekarang, begitu ngomong sudah enggak enak. Jadi mending diam-diam aja, nggak usah banyak bicara dengan dia.

Apakah hal-hal di atas juga pernah Anda alami?

Komunikasi suami istri yang buntu atau kalau ngomong malah memunculkan masalah, sering menjadi keluhan. Terkadang ada juga yang mengeluh tidak tahu harus ngomong apa kalau hanya berdua dengan pasangan. Kalau ada anak-anak, ada bahan pembicaraan yang lain, sehingga menjadi lebih ramai dan seru. Kalau cuma berdua dengan pasangan, jadi kaku, dan salah tingkah.

Mengapa  bisa begitu ya?

Salah satu penyebabnya adalah baik suami maupun istri sekarang mengarahkan lampu sorot pada  hal negatif dari pasangan, bukan pada hal positifnya. Kalau dulu saat pacaran, lampu sorot lebih banyak diarahkan pada hal positif dari pasangan.

Coba sebutkan secara cepat hal-hal positif apa yang dimiliki oleh pasangan dalam hitungan 10 detik!

Sekarang coba sebutkan secara cepat hal-hal negatif yang dimiliki oleh pasangan dalam hitungan 10 detik!

Manakah yang lebih mudah disebutkan, hal-hal positif ataukah hal-hal negatif?  Seringkali hal-hal negatif justru lebih mudah disebutkan dibandingkan dengan hal-hal positif.

Seorang penyair dan filsuf Jerman yang terkenal, Johann Wolfgang von Goethe, menuliskan

If you treat a man as he is, he will stay as he is.
If you treat him as if he were what ought to be and could be, he will become that bigger and better man.

(Arp & Arp, 1997: 56)

Kutipan di atas menunjukkan bahwa kalau kita memperlakukan pasangan seperti adanya sekarang, maka dia akan tetap seperti itu. Namun apabila kita memperlakukan pasangan seolah pasangan kita  sudah menjadi seseorang yang lebih positif, maka ia akan justru berkembang lebih baik.

Dengan kata lain kalau kita mengarahkan lampu sorot pada hal negatif yang ada pada pasangan kita saat ini, maka pasangan kita akan tetap menjadi seperti itu. Sebaliknya apabila kita mengarahkan lampu sorot kita pada hal positif yang ada pasangan, maka pasangan kita akan berkembang menjadi lebih positif pula.

Bagaimana mungkin hal itu terjadi?

Setidaknya ada tiga alasan penting untuk mengarahkan lampu sorot kita pada hal positif, bukan pada hal negatif yang ada pada pasangan.

  1. Fokus pada hal positif dari pasangan akan membuat relasi lebih positif.

Ingat bahwa pikiran kita akan mempengaruhi perasaan kita. Perasaan kita mempengaruhi perilaku kita. Jadi apabila lampu sorot pikiran kita fokus pada hal positif yang dimiliki pasangan kita, sekecil apapun itu, maka perasaan kita akan menjadi lebih positif. Kita akan menjadi lebih happy. Ketika perasaan kita lebih happy, maka mimik muka, kata-kata kita, dan perilaku kita kepada pasangan akan menjadi lebih baik pula. Hal itu akan membuat relasi menjadi lebih hangat.

  1. Reaksi dan perilaku kita yang positif akan mempengaruhi pasangan menjadi lebih positif pula.

Ketika mimik muka dan tutur kata kita kepada pasangan lebih baik karena kita fokus pada hal positif dari pasangan, maka pikiran dan perasaan pasangan kita menjadi lebih positif juga. Pasangan kita menjadi lebih happy, karena kita tidak ngomel-ngomel atau menggerutu. Hal ini justru membuat pasangan kita memunculkan lebih banyak hal positif lainnya yang dapat menyejukkan jiwa kita.

Sebaliknya, kalau kita memunculkan reaksi negatif kepada pasangan kita, misalnya mengomel dan marah-marah, maka ini akan membuat pasangan memikirkan hal-hal negatif, sehingga perasaannya juga menjadi tidak happy. Akibatnya ia juga bereaksi secara negatif pula.

  1. Reaksi kita dan perilaku kita yang positif akan memperkuat hal positif pada pasangan.

Berdasarkan penelitian psikologi, perilaku yang mendapatkan reward akan cenderung diulangi dan diperkuat. Karena itu reaksi dan perilaku positif yang kita berikan terhadap hal-hal positif yang ada pada pasangan, akan membuat hal-hal positif itu diulangi lagi dan menjadi semakin kuat.

Jadi apa yang harus dilakukan?
  1. Buatlah usaha disengaja untuk mengarahkan lampu sorot Anda pada hal-hal positif dari pasangan Anda, sekecil apapun itu.
  2. Daftarkan hal-hal positif itu dan tempelkanlah pada tempat yang mudah Anda lihat supaya Anda lebih fokus pada hal-hal positif itu, bukan pada hal yang negatif.
  3. Lakukan monitoring pada diri sendiri, apakah kita lebih sering memikirkan dan membahas hal-hal positif pada pasangan, atau justru memikirkan dan membahas hal-hal positif yang dimiliki pasangan.
Referensi
  • Arp, D. & Arp, C. (1997). 10 great dates to energize your marriage. Grand Rapids, Michigan: Zondervan.

Ditulis oleh: Prof. Dra. Jenny Lukito Setiawan, M.A., Ph.D., Psikolog
Sumber gambar: People photo created by wayhomestudio – www.freepik.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Fill out this field
Fill out this field
Please enter a valid email address.
You need to agree with the terms to proceed