Pentingkah Seorang Ayah Terlibat Dalam Pengasuhan Anak?

Pentingkah Seorang Ayah Terlibat Dalam Pengasuhan Anak?

Bagi anak, pengasuhan dari orang tua merupakan hal yang penting untuk menunjang perkembangan fisik dan mentalnya. Secara tradisional, ibu masih dianggap sebagai pengasuh utama dari anak sehingga dirasa tidak terlalu perlu untuk melibatkan seorang Ayah dalam pengasuhan anak. Terlebih dalam konteks budaya timur, interaksi ayah dengan anak lebih dititik beratkan pada supaya anak bisa menyesuaikan diri dengan norma sosial. Hal ini membuat peran ayah adalah sebagai pendidik, berjarak dengan anak, dan tidak terlalu menunjukan kehangatan penerimaan, serta sensitivitas terhadap kebutuhan anak. Selain itu, peran ayah yang masih dominan saat ini di masyarakat adalah pencari nafkah untuk keluarganya, sehingga menjadi  wajar ketika ayah tidak terlalu banyak menghabiskan waktu bersama dengan keluarga terutama dengan anak.

Dalam kondisi saat ini, tantangan ekonomi membuat nilai-nilai dan sikap terhadap peran gender mengalami pergeseran, ditunjukan dengan semakin banyaknya wanita yang bekerja. Hal ini memaksa ayah untuk semakin terlibat dalam pengasuhan anak. Hal ini bukanlah hal yang mudah bagi seorang ayah sehingga perlu motivasi internal dari seorang ayah untuk mau terlibat dalam pengasuhan, dan juga dukungan eksternal seperti dukungan dari pasangan, komunitas maupun masyarakat supaya ayah mau untuk terus berusaha semakin terlibat dalam pengasuhan anak, ditengah-tengah tetap menjalankan perannya yang lain, yaitu sebagai pencari nafkah.

Allen & Day (2007) merangkum beberapa penelitian terkait dengan keuntungan bagi anak ketika ayah mau terlibat dalam pengasuhan anak.

  1. Perkembangan Kognitif
    Diungkapkan bahwa, ketika ayah terlibat dalam pengasuhan anak, anak akan memiliki kompetensi yang lebih baik dalam aspek kognitif. Hal ini seperti memiliki kemampuan problem solving yang lebih baik, IQ yang lebih tinggi, memiliki kosakata yang lebih banyak ketika masa kanak-kanak, lebih memiliki prestasi dan motivasi akademik yang baik. Selain itu, ketika ayah terlibat dalam pengasuhan anak, anak akan lebih menikmati masa sekolahnya, memiliki sikap positif terhadap sekolah dan lebih terlibat dalam ekstra kurikuler.
  1. Perkembangan Emosi dan Well-being
    Ketika ayah terlibat dalam pengasuhan anak, anak akan lebih memiliki rasa aman, lebih kompeten dalam menghadapi situasi yang menekan dan lebih mampu dalam mengelola stress. Selain itu, keterlibatan ayah dalam pengasuhan juga terasosiasi dengan kepuasan hidup yang lebih baik dari anak dan mengurangi resiko depresi. Anal lebih memiliki penerimaan diri sehingga mengurangi resiko untuk terlibat dalam perilaku menyimpang.
  1. Perkembangan Sosial
    Keterlibatan ayah dalam pengasuhan anak terasosiasi dengan kompetensi sosial anak yang lebih baik, inisiatif sosial, kematangan sosial, dan kemampuan berbaur dengan orang lain yang lebih baik. Remaja yang dekat dengan ayahnya juga dilaporkan memiliki konflik yang lebih sedikit dengan teman sebanyanya. Sebaliknya, ketika remaja tidak dekat dengan ayahnya, mereka akan cenderung memiliki masalah sosial dan mengalami kesulitan diterima dalam kelompok. Anak-anak yang dekat dengan ayah juga memiliki perilaku prosial yang lebih baik terhadap saudaranya, menunjukan emosi negatif yang lebih jarang ketika bermain dengan teman sebayannya dan memiliki ketahanan dalam menyelesaikan masalah yang lebih baik.
  1. Mengurangi resiko perkembangan anak kearah negatif
    Anak yang bertumbuh dengan ayah yang peduli terhadap perkembangannya dilaporkan akan memiliki faktor proteksi supaya anak tidak terlibat dalam kenakalan remaja. Dilaporkan pula, keterlibatan ayah dalam pengasuhan cenderung mengurangi resiko menggunakan obat-obatan terlarang dan melakukan pencurian. Tidak hanya itu, pengasuhan ayah akan mengurangi resiko remaja untuk masuk penjara dan mengalami kehamilan diluar nikah.

“A father’s tears and fears are unseen, his love is unexpressed, but his care and protection remain as a pillar of strength throughout our lives.”

Ama H. Vanniarachchy

Referensi

  • Allen, S., Daly, K. J. E., University of Guelph, Centre for Families, W. and W.-B., & Father Involvement Research Alliance. (2007). The effects of father involvement: An updated research summary of the evidence. https://www.deslibris.ca/ID/218523

Ditulis oleh: Ersa Lanang Sanjaya, S.Psi., M.Si.
Sumber gambar: Flower photo created by pvproductions – www.freepik.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Fill out this field
Fill out this field
Please enter a valid email address.
You need to agree with the terms to proceed