Peran Ayah di masa Kehamilan
Peran Ayah di masa Kehamilan

Masa-masa kehamilan bukanlah masa yang mudah untuk ibu dan keluarga. Ibu menjadi lebih rentan terhadap stress akibat aktivitas hormon, kecemasan, dan ketidaknyamanan fisik (seperti mual, kelelahan, kesulitan duduk atau berdiri, dll). Karena mobilitas ibu yang terbatas, anggota keluarga jadi perlu mengatur ulang rutinitas. Mungkin ada yang bertugas mengurus rumah menggantikan ibu, atau ada yang harus bergantian merawat dan memenuhi kebutuhan ibu.
Peran ayah di masa kehamilan hingga melahirkan sangat mempengaruhi hasil kehamilan (Padilla & Reichman, 2001; Alio et al., 2010; Ghosh et al., 2010). Ayah yang terlibat secara positif saat ibu hamil mengurangi kebiasaan jelek ibu saat kehamilan, mengurangi resiko kelahiran premature, dan mengurangi resiko bayi tidak sehat. Hal ini dikarenakan keterlibatan ayah mampu mengurangi stress kehamilan, meningkatkan perawatan pra kelahiran, dan memberikan kepastian pada ibu mengenai peran yang akan ayah ambil ketika bayi telah lahir.
Untuk terlibat dalam masa kehamilan ibu bukannya tanpa tantangan.
- Stigma masyarakat pada peran gender
Sering kali, laki-laki dianggap tidak semampu wanita dalam merawat orang lain. Dalam hal ini, keterlibatan ayah bisa saja dibatasi oleh orang-orang di sekitar pasangan. Suami yang tidak pernah hamil, dianggap tidak paham akan kebutuhan ibu hamil dan tidak akan mampu memberikan perawatan yang terbaik. Hal ini menghalangi ayah untuk benar-benar terlibat dalam proses kehamilan ibu.
- Membagi waktu
Ayah mungkin menghabiskan sebagian besar waktunya untuk bekerja. Ketika pulang di rumah, sudah lelah dan tidak ada energi untuk menemani atau merawat ibu yang sedang hamil
- Kesulitan berempati
Sebagai laki-laki, mungkin sulit bagi ayah untuk mengerti apay ang ibu sedang rasakan. Hal ini membuat ayah melihat sosok ibu sebagai sosok yang cerewet, atau bahkan terlalu banyak menuntu.
Tapi walaupun demikian, masih ada hal yang dapat ayah lakukan. Keterlibatan seperti apa yang dapat ayah lakukan saat ibu hamil?
Mau terlibat dan hadir untuk ibu
Keterlibatan ayah sering digambarkan sebagai ketersediaan ayah dalam memberikan dukungan emosional. Ia digambarkan sebagai orang yang pengertian, hadir, bisa ketika dibutuhkan, dan memiliki waktu untuk ibu hamil. Kehadiran ayah tidak harus secara fisik, namun tidak ketinggalan update mengenai situasi dan kondisi istri. Ayah mungkin bekerja, tapi ia tidak ketinggalan hasil cek up kehamilan istri saat istri pergi ke rumah sakit bersama saudaranya.
Keterlihatan dan kehadiran ayah untuk ibu dimulai dari adanya komunikasi yang rutin. Ia tidak keberatan menemani ibu saat ibu sedang mengalami masa sulit (seperti hari H kelahiran), bersedia menyediakan keperluan dan kebutuhan ibu (seperti keperluan finansial, ngidam, dll), dan yang terpenting adalah menjadikan masa kehamilan ibu sebagai satu musim dalam kehidupannya sendiri.
Menjadi partner yang bertanggungjawab
Bertanggungjawab yang dimaksud disini adalah bagaimana ayah memiliki rasa tanggung jawab yang membuatnya memikul sama beban dengan istri yang hamil. Menjadi suami sepaket dengan menjadi ayah. Ketika istri sedang hamil, maka suami otomatis menjadi “partner” dimasa kehamilannya. Tanggung jawab ini meliputi: memberikan support, merawat, dan peduli dengan kondisi ibu.
Tanggung jawab ayah biasanya dimulai dengan kecemasan dan perasaan tertekan ketika ibu sakit. Kemudian ada kemauan untuk mempelajari kondisi/ situasi yang ibu alami, dan keinginan untuk membantu ibu melewati masa yang sulit.
Referensi
- Kaye, D. K., Kakaire, O., Nakimuli, A., Osinde, M. O., Mbalinda, S. N., & Kakande, N. (2014). Male involvement during pregnancy and childbirth: men’s perceptions, practices and experiences during the care for women who developed childbirth complications in Mulago Hospital, Uganda. BMC pregnancy and childbirth, 14(1), 1-8.
Ditulis oelh: Amanda Teonata, S.Psi.
Sumber gambar: People photo created by tirachardz – www.freepik.com
Others
- Photovoice: From Introduction to Publication 2026 April 30, 2026
- Dekat Secara Fisik, Jauh Secara Emosi: Ketika Keluarga Tidak Lagi Terasa “Rumah” April 30, 2026
- Photovoice: Best Practice on Data Analysis and Publication January 24, 2026
- Prepare/Enrich Certified Facilitator Training & Case Study 2026 January 24, 2026
- Mengapa Gen Z cenderung tidak tertarik menikah? September 1, 2025

