Peran Tujuan Bersama agar Kompak dengan Pasangan

Kita dan pasangan kita adalah dua individu yang berbeda. Kita memiliki latar belakang dan mungkin mimpi yang berbeda. Kita memiliki gambaran pribadi atau karir yang ideal untuk diri kita sendiri, yang belum tentu, dan kemungkinan besar, berbeda dengan apa yang pasangan kita miliki. Tidak hanya berbicara mengenai gambaran masa depan, kita juga mungkin memiliki cara pandang dan objective yang berbeda dalam situasi yang sama. Contoh, dalam kegiatan mengambil kursus memasak, kita mungkin berpikir kursus ini akan berguna untuk membuka bisnis kuliner, sedangkan pasangan berharap ada variasi makanan yang lebih banyak saat di rumah.

Tidak dapat dipungkiri bahwa perbedaan-perbedaan ini terkadang menjadi pemantik konflik dalam hubungan. Apalagi ketika kita memasuki masa pernikahan. Ketika sudah menikah, kita menghabiskan lebih banyak waktu dan aktivitas bersama atau dengan sepengetahuan pasangan. Semakin banyak waktu dan aktivitas yang dihabiskan bersama semakin banyak juga pemikiran atau respon baru yang kita pelajari dari mereka. Mungkin dimasa pacaran, kita tidak terlalu tahu kebiasaan pasangan dalam mencuci piring. Namun ketika menikah, kita baru mengetahui bahwa pasangan kita tidak nyaman dengan pekerjaan rumah tersebut. Semakin banyak respon baru yang kita pelajari, semakin banyak pula list cara pandang atau objective, yang ternyata, tidak sama dengan pasangan.

Dalam membangun hubungan, kesepakatan untuk bekerja sama sangatlah penting (kompak). Pasangan yang kompak memiliki outcome relasi yang positif, seperti pemulihan hubungan yang lebih cepat (Smith et al., 2020). Tapi kekompakan tidak lahir dengan sendirinya. Agar pasangan bisa kompak, pasangan perlu memiliki kesamaan goal dalam area-area penting yang perlu dilakukan bersama.

Apakah yang akan terjadi jika kita tidak mengetahui atau memiliki tujuan bersama sebagai pasangan? Selain memperpanjang konflik yang ada, kita akan merasa kecewa dengan hasil atau pemikiran pasangan kita. Hal ini membuat individu merasa saling tidak dimengerti dan pasangan menjadi orang yang egois karena kita mengejar target atau tujuan yang berbeda.

Peran Tujuan Bersama
  1. Membantu pasangan fokus pada perencanaan dan solusi

Ketika berada di tengah-tengah konflik, bisa saja kita terlalu marah, sedih, kecewa, dan mengalami emosi lain yang membuat kita sulit melihat jalan keluar. Memiliki tujuan bersama membantu pasangan untuk fokus pada tujuan yang satu dan kemudian mencari solusi yang sinkron satu sama lain. Pasangan bisa memiliki cara penyelesaian yang berbeda, tapi karena untuk mencapai tujuan yang sama, mereka akan saling mendukung.

Tujuan yang sama membuat pasangan menghidupi kehidupan yang selaras dan harmonis. Hal ini tidak berarti salah satu individu harus selalu mengikuti dan sepakat dengan apa yang individu lain katakan. Setiap individu dalam hubungan berhak untuk memiliki tujuan yang berbeda dalam beberapa area selama hal tersebut tidak menyinggung value dan tidak keluar dari tujuan bersama yang lebih besar. Contoh, pasangan memiliki tujuan bersama untuk mendapatkan pemasukan tambahan dengan minimal nominal tertentu. Dalam mencapainya, individu dalam pasangan tentu boleh memilih pekerjaan yang masing-masing sukai. Berbeda halnya jika pasangan ingin memiliki anak dan fokus dengan pengasuhan. Maka, kedua orangtua yang bekerja mungkin bukan solusi terbaik dalam mencapai tujuan tersebut.

  1. Membuat relasi menjadi lebih sehat

Relasi terbentuk karena dua atau lebih individu saling terhubung. Komunitas tidak akan ada jika tidak ada anggota yang terkoneksi, dan relasi berpacaran atau pernikahan tidak akan ada jika tidak ada pasangan. Individu yang berkaitan saling bergantung karena tanpa ketergantungan individu akan menjalani kehidupan sendiri-sendiri.

Tujuan bersama sebagai pasangan kedua individu dalam relasi untuk mencapainya. Dalam hal ini, keduanya bekerja bersama-sama. Ketika kita melihat pasangan kita juga sama-sama berupaya mencapai tujuan tersebut, kita akan merasakan emosi positif dan memiliki sikap yang lebih positif pula terhadap relasi yang sedang dijalani.

Tujuan bersama perlu diupayakan

Memiliki tujuan bersama tidaklah mudah. Seperti yang kita ketahui, kita memiliki latar belakang yang berbeda dengan pasangan.  Nilai dan kepercayaan yang kita pegang akan membentuk bagaimana kita melihat situasi yang sedang dihadapi dan akan melahirkan ekspektasi yang berbeda juga. Oleh sebab itu, sebelum memasuki masa pernikahan, pasangan perlu untuk mendiskusikan dan memikirkan tujuan bersama dengan matang.

Referensi
  • Smith, A. D., Quirk, K., Pinsof, W., & Goldstein, J. (2020). It’sa Match? the Influence of Goal Matching in Couple Therapy. Journal of Couple & Relationship Therapy19(2), 95-114.

Ditulis oleh: Amanda Teonata, S.Psi.
Sumber gambar: Love photo created by freepik – www.freepik.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Fill out this field
Fill out this field
Please enter a valid email address.
You need to agree with the terms to proceed