SUPERPARENT! Kekuatan Super Orangtua Tunggal
Menjadi orangtua tunggal adalah tugas yang tidak mudah. Meskipun pasangan kita sebelumnya tidak terlalu terlibat dalam pengasuhan, kehilangan mereka tidak mempermudah keadaan. Ketika kita menjadi orangtua tunggal, ada banyak hal juga yang berubah. Kita harus menyesuaikan lagi kebiasaan, rutinitas, hingga gaya hidup. Tidak hanya itu, menjadi orangtua tunggal juga berarti kita harus memperluas cakupan peran kita dalam keluarga. Kita tidak hanya ibu atau ayah bagi anak-anak, tapi kita adalah ibu dan ayah. Kita tidak hanya harus fokus mendidik, tapi juga menjadi tulang punggung keluarga. Belum lagi, sembari mengemban tanggung jawab tersebut, kita juga harus menghadapi stigma masyarakat.
Tidak dapat dipungkiri bahwa menjadi orangtua tunggal membuat kita diperhadapkan dengan masalah-masalah baru. Penelitian yang dilakukan oleh Richards & Schmiege (1993) mengelompokkan beberapa masalah yang biasa terjadi pada orangtua tunggal:
- Masalah keuangan
- Masalah dalam peran dan tanggung jawab
- Masalah dalam kehidupan sosial
- Masalah dengan mantan suami/ istri
Masalah keuangan lebih banyak ditemui di antara para single mother daripada single father. Hal ini dikarenakan faktor lapangan kerja yang memungkinkan untuk perempuan tidak sebanyak yang terbuka untuk laki-laki. Belum lagi ibu yang sebelumnya adalah ibu rumah tangga tentu harus memulai tanpa adanya pengalaman kerja. Ini kemudian akan mempengaruhi pemasukan mereka.
Masalah dengan mantan suami/ istri juga menjadi hal yang perlu diperhatikan. Ketika bercerai, ada beberapa kesepakatan mengenai pengasuhan yang bisa menjadi sumber konflik. Contoh, jadwal bergantian mengasuh anak. Bagi single father, ada beberapa tanggung jawab tambahan yang terkadang masih tidak bisa dilepas begitu saja. Contoh, masalah pembagian hasil atau nafkah.
Tapi meskipun berat, orangtua tunggal memiliki kekuatan-kekuatan yang bisa di asah (to look forward to), dan dibanggakan (Richards & Schmiege, 1993):
- Keterampilan mengasuh anak & mengatur keluarga
Menjadi orangtua tunggal memaksa kita untuk lebih fokus dan maksimal dalam pengasuhan. Contoh, bila dulu mendisiplinkan anak adalah tanggung jawab ayah, maka ibu kini perlu belajar untuk mendisiplinkan. Bagi orangtua tunggal yang memiliki anak perempuan dan laki-laki, orangtua perlu hadir dalam kegiatan dan hobi-hobi mereka yang mungkin berbeda.
Orangtua tunggal juga mampu untuk mengatur waktu dengan baik. Ini adalah akibat dari banyaknya peran yang harus mereka kerjakan. Banyaknya tanggung jawab mendorong orangtua untuk belajar mengatur waktu dan energi untuk pekerjaan dan keluarga.
- Pertumbuhan pribadi
Pertumbuhan pribadi berbicara mengenai bagaimana terlepas dari banyaknya pandangan pesimis, orangtua tunggal tetap berjuang untuk berdiri. Karena menjadi orangtua tunggal menuntut individu untuk berkembang dan keluar dari zona nyaman, orangtua tunggal dapat berbangga diri. Membesarkan anak seorang diri tentu tidak mudah. Tapi justru ini membuktikan bahwa sebagai individu, kita telah mengambil satu langkah lebih maju dari yang lain.
- Komunikasi dengan anak
Menjadi orangtua tunggal memberikan kita kesempatan untuk berkomunikasi lebih intense dengan anak. Kita jadi lebih fokus untuk mendengarkan mereka karena saat ini mereka hanya bergantung pada kita. Kita jadi lebih peka dengan apa yang mereka rasakan dan bagaimana ini akan mempengaruhi perilaku mereka.
Referensi
- Richards, L. N., & Schmiege, C. J. (1993). Problems and strengths of single-parent families: Implications for practice and policy. Family Relations, 277-285.
Ditulis oleh: Amanda Teonata, S.Psi
Sumber gambar: People photo created by cookie_studio – www.freepik.com
Others
- Photovoice: Best Practice on Data Analysis and Publication January 24, 2026
- Prepare/Enrich Certified Facilitator Training & Case Study 2026 January 24, 2026
- Mengapa Gen Z cenderung tidak tertarik menikah? September 1, 2025
- Helping Clients Heal from Father Wounds July 16, 2025
- Bisa romantis tapi gak kompak ngasuh anak? July 3, 2025

