5 Hadiah Kreatif untuk Hari Valentine

No Comments
Hari Valentine identik dengan memberikan hadiah. Biasanya, momen ini digunakan untuk memberikan hadiah sepsial bagi orang-orang yang kita kasihi. Jika coklat dan balon sudah mainstream, berikut 5 hadiah kreatif yang…

Benarkah Stress Mengurangi Daya Tahan Tubuh?

No Comments

Pandemi merupakan tantangan yang dihadapi oleh setiap orang. Tidak hanya harus berhati-hati menjaga kesehatan, pandemi juga membuat kita berhadapan dengan tantangan pekerjaan, finansial, hingga relasi dalam keluarga. Semua hal ini tanpa sadar menambah tekanan dan kecenderungan kita untuk cemas. Stress sering kali menjadi sumber penyakit, seperti maag atau migrain. Selain itu, banyak orang percaya bahwa stress menurunkan daya tahan tubuh. Benarkah demikian?

Nomor Darurat Penting Saat Alami Kekerasan

No Comments

Tindak kekerasan yang dilakukan dalam rumah tangga tidak sebaiknya dibiarkan. Di Indonesia sendiri, pemerintah telah menyediakan beberapa nomor penting yang dapat kita hubungi saat kita mengalami/ menyaksikan tindak kekerasan dalam rumah.

Kekerasan Dalam Rumah Tangga dimulai dari Pacaran? Deteksi KDRT Sejak Dini!

1 Comment

Tindak kekerasan dalam rumah tangga kerap terjadi di sekitar kita. Biasanya kekerasan diekspresikan menggunakan fisik (memukul, menendang, dll) ataupun secara verbal (mengancam dengan senjata tajam, berkata-kata kasar, dll). Olson dkk (2011) mengatakan bahwa individu yang kasar (secara verbal ataupun fisik) saat pacaran, kemungkinan besar akan kasar juga saat menikah. Bahkan dalam banyak kasus, kekerasan yang dilakukan saat menikah malah lebih parah daripada saat masih pacaran. Oleh sebab itu, mendeteksi tindak kekerasan sejak masih pacaran sangatlah penting.

Main Gadget Tidak Cukup, Orang Tua Harus Ajarkan Anak Bergerak

No Comments

Penggunaan gadget secara tepat akan merangsang perkembangan cognitif anak. Namun, gadget tidak dapat secara maksimal mendukung perkembangan motorik mereka. Motorik merupakan kemampuan anak untuk menggerakan dan mengendalikan tubuh (Ahadin, 2021). Gerakan ini dimulai dari hal-hal yang kecil seperti bermain manik-manik atau menggambar, hingga gerakan besar seperti mengangkat barang atau berlari. Fitur gadget yang sederhana tidak dapat menstimulus anak untuk melakukan gerakan-gerakan tersebut. Terlalu lama menghabiskan waktu di depan gadget akan menumpulkan kemampuan gerak anak.