Pernikahan Dini di Kalangan Remaja

No Comments

Berdasarkan Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan, perkawinan hanya diizinkan bila pihak pria mencapai umur 19 (sembilan belas) tahun dan pihak wanita sudah mencapai usia 16 (enam belas) tahun. Namun, sejak tanggal 16 September 2019, DPR telah mengesahkan revisi terhadap undang-undang tersebut. Berdasarkan revisi tersebut, batas usia menikah baik pria maupun wanita adalah 19 tahun. Namun, pada kenyataannya, ada begitu banyak anak di bawah usia 19 tahun yang melakukan pernikahan dini. Pernikahan dini dapat dipicu dari dalam diri maupun dari lingkungan sekitar seseorang. Berdasarkan Ari (2014), berikut beberapa alasan maraknya pernikahan dini di tengah-tengah masyarakat saat ini.

Jadi Ayah: Peran Pengasuhan yang Tidak Terlihat

No Comments

Di budaya kita, ayah merupakan simbol pemegang kekuasaan (pemimpin), sedang ibu berperan sebagai pengurus rumah tangga, termasuk kewajiban mengasuh anak. Pola budaya ini dapat berdampak pada peran pengasuhan ayah kepada anak. Seolah-olah ayah merasa tabu dalam mengasuh anak dan menjadi hal yang tidak wajar jika ayah mengasuh anak. Padahal, peran ayah dalam pengasuhan sangat berdampak dalam proses tumbuh kembang anak. Beberapa ahli berikut memberikan contoh bahwa peran ayah dalam pengasuhan sangat dibutuhkan.

Mempelajari Teknik Konseling untuk di Rumah

No Comments

Parents, anak-anak kita menghadapi tantangan yang semakin kompleks seiring dengan beranjaknya usia mereka. Selain anak-anak, kita juga mungkin diperhadapkan dengan anggota keluarga lain yang membutuhkan dukungan dan dampingan. Suami yang menghadapi stress kerja, anggota keluarga besar yang sedang bertengkar dengan pasangan, dll. Bagaimana kita dapat berperan untuk membantu mereka?

Anak sering bertengkar, apa yang harus dilakukan?

No Comments

Sebagai orang tua yang memiliki anak lebih dari satu, seberapa sering Anda melihat anak Anda bertengkar satu sama lain? Seperti yang sebagian besar orang tua pernah alami, hal ini seringkali disebut dengan “sibling rivalry”. Sebenarnya hal ini adalah hal yang wajar terjadi di dalam sebuah relasi saudara tetapi akan menjadi berbahaya jika tidak dikelola dengan baik. Hal ini menjadi semakin sulit dalam keadaan sekarang dimana karena efek pandemi, frekuensi bertemu antar saudara menjadi semakin intens. Apa yang harus orang tua lakukan?