Melalui artikel ini kita akan memahami manfaat komunikasi interpersonal dalam hal keharmonisan pasangan. Sastropoetro (dalam Riana dan Sudhana, 2013, h.24) mengatakan bahwa komunikasi interpersonal yang baik dalam pernikahan mampu memelihara hubungan. Selain itu, komunikasi interpersonal yang sehat meminimalisir terjadinya situasi yang dapat merusak hubungan pasangan. Melihat definisi dan manfaat yang sudah dijelaskan sebelumnya, mari kita beralih pada bagaimana cara menerapkan komunikasi interpersonal kepada pasangan. Adapun aspek-aspek yang perlu diperhatikan dalam komunikasi interpersonal sebagai berikut (dikutip melalui buku Komunikasi Antar Manusia karya Josept A. Devito):
Pernikahan Dini di Kalangan Remaja
Berdasarkan Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan, perkawinan hanya diizinkan bila pihak pria mencapai umur 19 (sembilan belas) tahun dan pihak wanita sudah mencapai usia 16 (enam belas) tahun. Namun, sejak tanggal 16 September 2019, DPR telah mengesahkan revisi terhadap undang-undang tersebut. Berdasarkan revisi tersebut, batas usia menikah baik pria maupun wanita adalah 19 tahun. Namun, pada kenyataannya, ada begitu banyak anak di bawah usia 19 tahun yang melakukan pernikahan dini. Pernikahan dini dapat dipicu dari dalam diri maupun dari lingkungan sekitar seseorang. Berdasarkan Ari (2014), berikut beberapa alasan maraknya pernikahan dini di tengah-tengah masyarakat saat ini.
Jadi Ayah: Peran Pengasuhan yang Tidak Terlihat
Di budaya kita, ayah merupakan simbol pemegang kekuasaan (pemimpin), sedang ibu berperan sebagai pengurus rumah tangga, termasuk kewajiban mengasuh anak. Pola budaya ini dapat berdampak pada peran pengasuhan ayah kepada anak. Seolah-olah ayah merasa tabu dalam mengasuh anak dan menjadi hal yang tidak wajar jika ayah mengasuh anak. Padahal, peran ayah dalam pengasuhan sangat berdampak dalam proses tumbuh kembang anak. Beberapa ahli berikut memberikan contoh bahwa peran ayah dalam pengasuhan sangat dibutuhkan.
Ulasan: Sekolah Orangtua Hebat Dibuka, UCMFC Tidak Ketinggalan
Mempelajari Teknik Konseling untuk di Rumah
Parents, anak-anak kita menghadapi tantangan yang semakin kompleks seiring dengan beranjaknya usia mereka. Selain anak-anak, kita juga mungkin diperhadapkan dengan anggota keluarga lain yang membutuhkan dukungan dan dampingan. Suami yang menghadapi stress kerja, anggota keluarga besar yang sedang bertengkar dengan pasangan, dll. Bagaimana kita dapat berperan untuk membantu mereka?
Others
- Photovoice: From Introduction to Publication 2026 April 30, 2026
- Dekat Secara Fisik, Jauh Secara Emosi: Ketika Keluarga Tidak Lagi Terasa “Rumah” April 30, 2026
- Photovoice: Best Practice on Data Analysis and Publication January 24, 2026
- Prepare/Enrich Certified Facilitator Training & Case Study 2026 January 24, 2026
- Mengapa Gen Z cenderung tidak tertarik menikah? September 1, 2025






